biografi sunan muria

Sunan muria merupakan sosok ulama yang berjasa dalam menyebarkan agama islam, khusunya di pulau jawa. Sunan muria dimakamkan di gunung muria kudus yang juga mempunya pemandangan alam yang indah. siapa gelar dan nama asli sunan muria? Dimana makam sunan muria? dan apa saja strategi dakwah yang diterapkan sunan muria? yuk simak biografi sunan muria.

Biografi Sunan Muria

foto sunan muria
sunan muria by pinterest

Menurut lembaran Tasawuf Nusantara karya Sri Mulyati, Sunan Muria keturunan dari Raden Syahid Kalijaga dan Dewi Saroh. Nama asli Sunan Muria yaitu Raden Umar Said. Beliau lalu menikahi Dewi Roroyono, anak dari tokoh ulama yaitu Sunan Ngerang atau Ki Ageng Ngerang yang begitu dihormati oleh masyarakat.

Nama asli sunan muria diketahui dari berbagai literatur. Menurut berbagai literatur, nama lain sunan muria adalah Raden Prawoto. Nama ini didapatkan Sunan Muria ketika dirinya masih anak-anak. Gelar sunan muria yaitu Syaikh Ma’ruf / Madhra’uf, gelar ini didapatkan sunan muria karena kepribadian dan kebijaksanaannya

Berdasarkan lembaran tersebut, disebut juga jika Sunan Muria dikarunai kelebihan, salah satunya yaitu kekuatan fisiknya yang luar biasa. wujud dari kekuatannya terlihat dari tempat padepokannya yang bertempat di puncak gunung Muria.

Sementara dalam buku Wali Sanga oleh Masykur Ali, terdapat dua versi seputar biografi sunan muria. Namun, jika melacak garis keturunannya, hal itu menunjukkan hubungan dengan Sunan Kudus melalui Syekh Jumadil Kubra.

Syekh Jumadil Kubra merupakan keturunan dari Zainal Husain, Zainal Kubra, Zainal Alim, Zainal Abidin, Husain, Fatimah, yang merupakan putri dari Nabi Muhammad SAW.

Terkait dengan biografi Raden Umar Said atau Sunan Muria, muncul pandangan yang mengklaim bahwa ia mungkin berdarah Arab atau orang Jawa asli. Namun, semua pandangan itu menegaskan bahwa Raden Umar Said berasal dari keluarga yang sangat dihormati dan terpandang.

Sejarah Sunan Muria

sejarah sunan muria

Ulama yang dikenal sebagai sunan muria adalah raden umar said yang merupakan putra dari Sunan Kalijaga. Berikut penjelasan lengkapnya.

Jika merujuk pada versi satu, Sunan Muria terlahir dengan nama Raden Umar Said. Raden Umar said ini punya dua adik perempuan, Dewi Rukayah & Dewi Sofiyah. Menginjak dewasa, Raden Umar Said melakukan pernikahan bersama Dewi Sujinah, adek sekandung Jakfar Shadiq alias Sunan Kudus, yang merupakan anak Raden Usman Haji yang dikenal dengan Sunan Ngudung.

lalu, melihat versi kedua dari lembaran Pustoko Darah Agung karangan R. Darmowasito dan dirangkum oleh R. Mohammad Yahya Mertowinoto (1969), menyebutkan jika Sunan Muria merupakan keturunan dari Sunan Ngudung. Diklaim bahwa Sunan Ngudung dikaruniai empat putra dari pernikahannya bersama Dewi Sarifah, yakni (1) Raden Umar Said, (2) Sunan Giri III, (3) Raden Amir Haji Sunan Kudus, dan (4) Sunan Giri II. Jika pandangan ini tepat, maka Dewi Sarifah, istri Sunan Ngudung, merupakan adik dari Sunan Kalijaga.

ini diperkuat dengan lembaran Sumber Pustoko Darah Agung, meskipun beragam perbedaan muncul, menyatakan bahwa semua wali di Jawa berasal dari keturunan Arab. Menghubungkan Sunan Muria dengan Sunan Kalijaga sebagai ayah dalam konteks silsilah tampaknya lebih masuk akal dengan data historis daripada memposisikan Sunan Muria sebagai anak dari Sunan Ngudung.

Silsilah Sunan Muria

Biografi sunan muria selanjutnya dapat ditelisik dari silsilah. Sunan Muria merupakan anak dari Sunan Kalijaga & Dewi Saroh. Rangkaian silsilah yang ditemukan adalah seperti dibawah ini:

1. Nabi Muhammad Rasulullah SAW.
2. Sayyidah Fathimah Az-Zahra/Ali bin Abi Thalib, putri
3. Al-Imam Al-Husain bin
4. Al-Imam Ali Zainal Abidin bin
5. Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin
6. Al-Imam Ja’far Shadiq bin
7. Al-Imam Ali Al-Uraidhi bin
8. Al-Imam Muhammad An-Naqib bin
9. Al-Imam Isa Ar-Rumi bin
10. Al-Imam Ahmad Al-Muhajir bin
11. As-Sayyid Ubaidillah bin
12. As-Sayyid Alwi bin
13. As-Sayyid Muhammad bin
14. As-Sayyid Alwi bin
15. As-Sayyid Ali Khali’ Qasam bin
16. As-Sayyid Muhammad Shahib Mirbath bin
17. As-Sayyid Alwi Ammil Faqih bin
18. As-Sayyid Abdul Malik Azmatkhan bin
19. As-Sayyid Abdullah bin
20. As-Sayyid Ahmad Jalaluddin bin
21. As-Sayyid Ali Nuruddin bin
22. As-Sayyid Maulana Mansur bin
23. Ahmad Sahuri alias Raden Sahur alias Tumenggung Wilatikta (Bupati Tuban ke-8)
24. Sunan Kalijaga alias Raden Said
25. Raden Umar Said (Sunan Muria).

Istri pertama Sunan Muria bernama Dewi Sujinah, anak perempuan Sunan Ngudung yang juga saudara perempuan atau adik Sunan Kudus. Dari prosesi nikah ini, mereka dikaruniai anak semata wayang, yaitu Saridin.

Istri kedua Sunan Muria yaitu Dewi Roro Noyorono, putri Ki Ageng Ngerang. Dari prosesi nikah ini, Sunan Muria memiliki tiga orang anak, yaitu Sunan Nyamplungan, Raden Santri, dan Dewi Nasiki.

Kepribadian Sunan Muria

Berdasar biografi Sunan muria, Raden Umar Said dikenal dengan sosok yang memiliki kepribadian ramah dan lembut. Sunan Muria tidak menggunakan kekerasan sama sekali saat menyiarkan agama islam. kepribadian Sunan muria juga sangat solutif, dimana sunan dapat memecahkan masalah semua pihak dengan ide briliannya.

Metode Dakwah Sunan Muria

lokasi makam sunan muria di gunung muria
lokasi makam sunan muria berada di puncak gunung muria

siapakah yang menjadi sasaran dakwah sunan muria? metode dakwah yang diajarkan oleh Sunan Muria menyasar pada rakyat jelata. Meskipun terdapat juga banyak bangsawan, Sunan Muria memilih menyebarkan islam di masyarakat bawah dengan mengajarkan bercocok tanam dan melaut

Sunan Muria bagaikan poros vital dalam syiar agama Islam di Jawa. syiarnya serupa dengan Sunan Kalijaga, yang mengakulturasikan seni seperti gamelan dan wayang menjadi media dakwah. Beliau meluaskan syiarnya kepada rakyat jelata di daerah Colo, Kudus. Meski tempat tinggalnya berada di pucuk Gunung Muria, sunan merasa betah disana, bersosialisasi dengan rakyat jelata, serta membimbing bercocok tanam, berdagang, dan melaut.

Seperti Raden Mas Syahid, Sunan Muria menyebarkan dakwah Islam melalui budaya. Menggunakan seni pewayangan, Sunan Muria gemar menyajikan beragam cerita wayang yang populer dari karya Sunan Kalijaga seperti Dewa Ruci, Dewa Srani, Jamus Kalimasada, Begawan Ciptaning, Semar Ambarang Jantur, dan masih banyak lagi. 

Melalui seni wayang pula, Sunan Muria menyisipkan penjelasan kepada rakyat jelata akan konsep tauhid dan berbagai ajaran agama yang diadaptasi dari budaya lama yang sudah diakulturasikan dengan agama islam. Sunan Muria lebih memilih menyebarkan agama Islam di kalangan rakyat bawah daripada golongan bangsawan. 

Daerah dakwahnya meliputi Jepara, Tayu, lereng Gunung Muria, Pati, Kudus, Juwana, sampai daerah laut utara. Sejarah tentang Sunan Muria berkembang dan diturunkan secara turun-temurun di berbagai wilayah tersebut.

Sunan Muria juga akrab disebut sebagai penyelesaian masalah yang cemerlang. Solusi yang disarankannya dapat diterima oleh semua pihak yang berselisih, meskipun masalahnya sangatlah rumit.

Makam Sunan Muria di Gunung Muria

makam sunan muria
foto makam Sunan Muria

Makam Sunan Muria terletak di Gunung Muria. Tepatnya di jl terminal wisata, Colo, Kec. Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang juga diyakini sebagai tempat padepokannya dulu. Tempat ini menjadi destinasi ziarah bagi umat Islam yang ingin mengenang perjuangan dan kebijaksanaannya.

Sunan muria dimakamkan di daerah Kudus, Jawa tengah. Lokasi ini cukup dekat dengan Menara Kudus yang juga merupakan makam raden Jakfar Shodiq atau biasa dikenal sunan kudus. Jika kamu ingin berziarah di makam sunan muria, tak ada salahnya kamu juga mengunjungi menara kudus.

Sunan Muria, dengan kelembutan dan kebijaksanaannya, tidak hanya meninggalkan warisan agama, tetapi juga jejak kelembutan dalam dakwahnya yang masih terasa hingga saat ini. Makamnya di Gunung Muria bukan hanya sekadar tempat bersejarah, tetapi juga tempat penuh inspirasi bagi mereka yang ingin menelusuri jejak kearifan dan pengetahuan agama di Jawa Tengah.

Categories:

One response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *